Majunya Program KB Di Sumut Dengan Memperkuat Advokasi Dan KIE
Majunya Program KB di Sumut dengan Memperkuat Advokasi dan KIE
Aspek advokasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE)
merupakan hal penting dari program KB. Keduanya merupakan bagian dari cara
untuk memasyarakatkan gagasan-gagasan tentang KB di satu sisi serta upaya untuk
menjaring partisipasi dan peran serta masyarakat dalam program KB. Ini berarti,
agar program KB dapat diterima sekaligus didukung oleh semua pihak, maka
advokasi dan KIE KB harus diperkuat dengan menggunakan berbagai cara, baik
advokasi KIE langsung melalui pertemuan individu atau kelompok maupun advokasi
KIE tidak langsung melalui penggunaan berbagai media seperti media cetak,
elektronik, media luar ruang bahkan jaringan internet.
Tujuan utama dari kegiatan advokasi KIE ini adalah mendorong
terjadinya proses perubahan pengetahuan, sikap dan tingkah laku masyarakat
terhadap program KB. Dari awalnya tidak tahu menjadi tahu, dari sikap menjauhi
menjadi dekat, dari tidak mendukung menjadi mendukung, hingga akhirnya
masyarakat secara sadar dan penuh tanggung jawab ikut berpartisipasi secara
aktif mendukung KB. Bila yang menjadi target advokasi KIE tersebut dapat
dicapai, maka keberhasilan pelaksanaan program KB di masyarakat telah berada di
depan mata. Apalagi bila masyarakat telah berani berkorban secara mandiri demi
terwujudnya keluarga-keluarga yang berada dalam lingkungannya menjadi keluarga
kecil yang bahagia dan sejahtera.
Keluarga Berencana atau disebut KB adalah program sosial
dasar yang sangat penting dalam rangka pengendalian pertumbuhan penduduk
sekaligus meningkatkan kualitasnya. Namun dalam perjalanannya, program KB tidak
mungkin berjalan baik bila hanya ditangani oleh pemerintah saja tanpa dukungan
dari tokoh masyarakat, tokoh agama, ulama, organisasi profesi, lembaga swadaya
masyarakat, bahkan pemuda dan remaja pada umumnya. Tidak dapat dikesampingkan pula peran kader Institusi
Masyarakat Pedesaan (IMP) dan pelaku seni yang selama ini tidak bosan-bosannya
menyuarakan KB di masyarakat. Mereka adalah ujung tombak KB yang sebenarnya di
masyarakat, manakala intensitas advokasi KIE para Penyuluh KB di lapangan
mengalami penurunan.
Seiring dengan diberlakukannya visi dan misi baru program KB
yakni Seluruh Keluarga Ikut KB dan Mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera,
tuntutan advokasi dan KIE KB yang makin intensif merupakan tuntutan yang tidak bisa
ditawar-tawar. Sasarannya tidak hanya masyarakat, tetapi juga lintas sektor dan
para pengambil kebijakan di tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa. Mereka
harus dipahamkan betul tentang apa itu KB, manfaat dan hasil-hasil yang ingin
dicapai sekaligus program dan kegiatan riil yang dilakukan untuk mewujudkan
keinginan tersebut.
Dengan advokasi KIE yang intensif, kita dapat berharap semua
stakeholder KB akan memberikan kontribusi peran yang signifikan yang secara
langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan
program KB dimasyarakat. Dengan dasar pemikiran tersebut, sudah barang tentu
Penyuluh KB harus bisa berbuat bijak yakni dengan merangkul tokoh formal dan
informal untuk terlibat aktif dalam advokasi KIE KB. Apalagi tugas penyuluh KB
saat ini sangat banyak dengan jumlah personil yang makin terbatas karena
pensiun atau pindah. Artinya, tanpa pendekatan pada mereka, para penyuluh tidak
akan dapat bekerja secara efektif.
Tentunya di Sumatera Utara, bahkan di tingkat Kabupaten/Kota,
Advokasi dan KIE KB ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, guna
memenuhi target TFR sebagaimana diharapkan. Namun sebaliknya jika program
advokasi dan KIE ini lemah, lalu apa mau dikata mungkin itu sudah nasib kita
bersama. Tetapi percayalah Antony S.Sos, sebagai Kasi Advokasi dan KIE, BKKBN
Provinsi Sumatera Utara tidak perlu diragukan karena beliau orang yang
berpengalaman di bidangnya. Terima kasih.
Comments
Post a Comment