Anggota DPRDSU Tolak Laporan Hasil Reses
Anggota DPRDSU Tolak Laporan Hasil Reses
Medan (Mimbar) - Anggota DPRD Sumut Murni Eliester Munthe menolak laporan hasil reses yang dibukukan oleh timnya dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV. Akibatnya laporan hasil reses Dapil meliputi Kabupaten Asahan, Batubara dan Kota Tanjungbalai itu, terpaksa ditunda untuk dilaporkan pada sidang paripurna reses anggota DPRD Sumut, Senin (17/3).
Pada paripurna reses yang dihadiri Wakil Gubernur Sumut H. T. Erry Nuradi serta dipimpin Ketua DPRD Sumut H Saleh Bangun itu, tim IV mendapat giliran untuk membacakan hasil reses, setelah Dapil I hingga Dapil III selesai membacakan laporannya.
Namun Murni selaku juru bicara melakukan intrupsi, menolak membacakan laporan. Dia mengatakan, hasil reses yang dilakukannya ke berbagai daerah pemilihan tidak terakomodir dalam laporan.
"Entah karena kesalahan teknis atau karena disengaja saya tidak tahu. Namun ngapain saya laporkan kalau hasil reses yang saya lakukan tidak tertera dalam laporan," katanya kesal.
Sedikitnya ada dua nama anggota DPRD Sumut di Dapil IV yang nama dan hasil laporan resesnya tidak tertera yakni Murni dan Syamsul Hilal. Sayangnya saat paripurna berlangsung Syamsul Hilal tidak hadir.
Tim reses Dapil IV diketuai Mustofowiyah Sitompul, Wakil Ketua, Drs. H. Bustami HS dan Sekretaris Muslim Simbolon MA, serta dua anggota DRS. Khairul Fuad, Helmiati dan Zulkarnain ST. Namun hanya Murni Eliester Munthe anggota DPRD Sumut dari Dapil IV tersebut yang hadir dalam paripurna hasil reses.
Jaminan Keamanan
Sementra itu, pada laporan reses Dapil Kota Medan, dewan banyak menerima keluhan dari warga kota berpenduduk hampir 3 juta jiwa ini menyatakan Medan sudah tidak aman. Hal itu disebabkan masyarakat sangat resah dengan aksi geng motor yang anarkis dan tingkat kriminal semakin tinggi.
Tim Dapil Kota Medan terdiri diantaranya Sigit Pramono, Nurhasanah, Brilian Moktar, Taufik Hidayat, Muhammad Nasir dan Tunggul Siagian. Mereka berharap pihak keamanan khususnya jajaran Polda Sumut segera bertindak menyikapi persoalan tersebut dengan membuat operasi khusus memberantas para oknum perampok yang mengaku geng motor juga para preman yang kerap meresahkan warga.
Aparat juga diminta melakukan pengawasan melekat terhadap maraknya kejahatan lainnya, seperti Naroba, perjudian, prostitusi dan semua jenis kejahatan yang mengganggu ketenangan masyarakat.Menurut para wakil rakyat ini, maraknya aksi perampokan dan penjambretan di jalanan juga sangat meresahkan masyarakat. "Masyarakat menyampaikan kepada dewan saat kita reses agar dilakukan penjagaan keamanan secara rutin dan menyeluruh oleh aparat di berbagai wilayah," kata dewan dalam laporannya.
Apalagi, masyarakat Kota Medan memang harus beraktifitas dari sejak fajar sampai dinihari, sehingga sangat membutuhkan jaminan keamanan.Reses DPRD Sumut dihadiri Wakil Gubernur Sumut H. T. Erry Nuradi, dipimpin Ketua DPRD H. saleh Bangun didampingi para wakil ketua.
Selain persoalan keamanan, masyarakat Medan juga mengeluhkan tentang pemadaman listrik bergilir yang tak kunjung berakhir sehingga sangat mengganggu aktifitas penduduk dan kalangan dunia usaha. (09)
Comments
Post a Comment