Dialog Kebangsaan Tegaskan Sumut Siap Laksanakan Pemilu 2014
Dialog Kebangsaan Tegaskan Sumut Siap Laksanakan Pemilu 2014
MEDAN
- Gubernur Sumatera Utara, H. Gatot Pujo Nugroho ST, MSi meminta semua
pihak bersama-sama mewujudkan Pemilu 2014 yang damai dan bermartabat.
Hal
itu disampaikannya pada saat pembukaan Dialog Kebangsaan bertema Kita
Sukseskan Penyelenggaraan Pemilu 2014 di aula Kamtibmas Polda Sumut,
Senin (17/3).
Gatot juga meminta seluruh elemen masyarakat sama-sama mensukseskan pemilu sesuai instruksi presiden terkait
partisipasi 75 persen demi terwujudnya pemerintahan yang kokoh.
Menurut
Gubsu, setiap unsur penyelenggara, pemerintah dan masyarakat harus
paham tugas dan kewenangan masing-masing sehingga tidak terjadi
overlapping dalam kegiatan kampanye hingga pemilu.
"Misalnya
pelanggaran-pelanggaran yang terjadi sudah semestinya Panwaslu aktif
menyikapinya, dan jangan berpihak kepada satu partai politik atau caleg
apalagi yang melanggar. Beri sanksi keras agar pelaksanaan pemilu
berjalan secara tertib dan aman," papar Gatot.
Sementara Kapoldasu
Irjen Syarief Gunawan, mengakui rasa kebangsaan sudah semakin memudar
di tengah masyarakat. Kondisi ini jelas bisa mengancam keamanan dan
ketertiban masyarakat (Kamtimnas).
"Maka Sumut yang sejak
Januari sudah mendeklarasi Sumut Pemilu Damai, melibatkan seluruh elemen
masyarakat mulai dari aparat, pemerintah provinsi dan daerah juga
masyarakat umum, ini tujuannya mewujudkan
pemilu aman dan tertib. Sehingga tercipta pemilu yang lebih
bermartabat,"imbau Kapolda
Masyarakat Sumatera Utara khususnya
yang telah terdaftar sebagai pemilih, dapat menggunakan hak pilihnya
secara cerdas pada tanggal 9 April 2014 guna mendapatkan Wakil Rakyat
yang bermoral, berwawasan kebangsaan, berkualitas dan berpihak kepada
kepentingan masyarakat.
Masyarakat seyogyanya berpartisipasi
secara aktif dalam setiap tahapan pelaksanaan Pemilu dan menolak bentuk
kekerasan, diskriminasi, politik uang, intimidasi, provokasi serta
penistaan terhadap Suku, Agama, Ras dan Golongan.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Mulia Banurea, mengatakan
menjelang pemilu Edison Sianturi dan Erik Sitompul yang merupakan 2
dari 24 calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumatera Utara
telah didiskualifikasi (dicoret) dari pelaksanaan pemilihan umum
legislatif (pileg) pada 9 April 2014
mendatang.
Diskualifikasinya dua orang tersebut karena mereka
belum menyerahkan tiga bentuk laporan yang seharusnya diserahkan paling
lambat pada Minggu (2/3) lalu.
"Hingga batas penutupan penyerahan
laporan sumbangan, rekening khusus dan laporan awal dana kampanye pada
pukul 18.00 WIB, keduanya maupun penghubungnya tidak ada yang mendaftar
dan menyerahkan ketiga berkas tersebut kepada staf yang menerima
laporan,"paparnya.
Sementara untuk parpol kontestan, menurut
Banurea baru dua parpol yang melengkapi persyaratan. Yakni Partai
Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) dan Partai Bulan Bintang (PBB).
"Baru dua yang lengkap, yakni PDI P dan PBB. Sedangkan 10 parpol lainnya masih proses dilengkapi. Kita memberikan waktu hingga lima hari kedepan," tambahnya
Sebagaimana
diketahui, pada (2/3) merupakan batas terakhir pelaporan dana kampanye
bagi partai politik dan juga calon DPD RI asal Sumatera
Utara.
Setiap parpol maupun calon DPD RI yang tidak melaporkan
dana kampanye hingga batas waktu terakhir yang telah ditetapkan, akan
terkena sanksi diskualifikasi sebagai peserta pemilu 2014
Mulia
menambahkan, laporan yang harus disampaikan oleh calon DPD tidak jauh
berbeda dengan laporan dana kampaye yang harus dilaporkan oleh partai
politik, yakni nomor rekening khusus yang digunakan selama kegiatan
kampanye berisi rincian sumber dana maupun pengeluaran yang
dikeluarkannya selama kampanye.
Kesiapan penyelenggaraan Pemilu
juga disampaikan anggota Bawaslu Sumut Aulia Andri. Menurutnya Bawaslu
berkomitmen akan tegas melakukan tindakan pada pelanggaran pemilu
mendatang.
"Kami siap menerima pengaduan dalam bentuk apapun
dalam kaitan pemilu mendatang dan akan menindak tegas bila ada
terjadinya pelanggaran baik itu dilakukan oleh caleg," tegasnya.
Pada kesempatan Aulia mengimbau agar masyarakat sebagai pemilih tidak
melakukan "aksi ambil tapi jangan pilih" tapi pilihlah sesuai caleg yang memang bisa dianggap amanah, ujarnya.
Sebelumnya
Pangdam I/BB Mayjen TNI Istu Hari menegaskan akan menindak tegas
kepada oknum-oknum yang melanggar netralitas TNI dengan sanksi
pemecatan. (#)

Comments
Post a Comment