Wagub : Bangsa Yang Besar Mengingat Sejarah
Wagub : Bangsa Yang Besar Mengingat Sejarah
Medan : Wakil Gubernur Sumatera Utara H. T. Erry Nuradi, S.T., M.Si mengatakan
bangsa yang besar adalah rakyatnya mau mengetahui sejarah. Karena dengan
mengetahui sejarah kita tau bagaimana pendahulu saat membangun negara
ini.
Hal itu dikatakannya pada acara Bedah Buku dan Launching Nyanyian Hati Syair,Pantun Pileg, Pilpres, Kedokteraan dan Suka -suka di aula Kantor Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi provsu, Sabtu (22/3) di Jln Brigjen Katamso Medan
Menurutnya, untuk mengetahui suatu sejarah sudah tentu ada refrensi atau catatan .Dan dapat kita peroleh dari buku. "Dengan melihat atau membaca buku sudah tentu kita dapat ilmu dan sejarah. Disini kita perlu adanya kantor perpustakaan yang menyediakan berbagai jenis buku dari berbagai disiplin ilmu." jelasnya.
Maka dengan kehadiran buku Nyanyian Hati yang dieditor oleh Umar Zein dan Marina Huliana Haberham, sangat berguna dan dapat menambah permbendaharaan untuk masyarakat yang suka akan syair dan pantun. Apa lagi yang berisikan tentang Pileg, Pilpres, kedokteran dan suka-suka.
Maka buku Nyanyian Hati ini dapat menambah koleksi buku di Perpustakaan Daerah setempat. Sudah tentu masyarakat bisa membaca dan meminjam buku Nyanyian Hati .
Lebih lanjut Wagub juga mengatakan bahwa perpustakaan penting dikelola oleh staf (PNS) berlatar belakang pendidikan perpustakaan atau sarjana perpustakaan.
"Staf yang memiliki pendidikan perpustakaan, mengerti tentang pengelolaan buku dan segala arsip termasuk arsip negara,"kata Wagub
Sementara Umar Zein editor buku Nyanyian hati dan tak lain dosen juga praktisi kesehatan mengatakan buku ini berisikan puisi tentang orang-orang yang bergabung dalam alumni fakultas kedokteran USU tahun 1977.
"Puisi dan pantun tentanh masalah-masalah pemilu di Indonesia dan pemilihan presiden yang dituangkan dengan bahasan sekenanya,"papar Umar
Selain itu buku ini juga merupakan buah pikiran dari para dokter yanh sama sekali bukan ahli dalam berpuisi dan berpamtun. Tetapi berkeinginan melestarikan sastra yang merupakan kekayaan budaya asli Indonesia.(#)
Hal itu dikatakannya pada acara Bedah Buku dan Launching Nyanyian Hati Syair,Pantun Pileg, Pilpres, Kedokteraan dan Suka -suka di aula Kantor Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi provsu, Sabtu (22/3) di Jln Brigjen Katamso Medan
Menurutnya, untuk mengetahui suatu sejarah sudah tentu ada refrensi atau catatan .Dan dapat kita peroleh dari buku. "Dengan melihat atau membaca buku sudah tentu kita dapat ilmu dan sejarah. Disini kita perlu adanya kantor perpustakaan yang menyediakan berbagai jenis buku dari berbagai disiplin ilmu." jelasnya.
Maka dengan kehadiran buku Nyanyian Hati yang dieditor oleh Umar Zein dan Marina Huliana Haberham, sangat berguna dan dapat menambah permbendaharaan untuk masyarakat yang suka akan syair dan pantun. Apa lagi yang berisikan tentang Pileg, Pilpres, kedokteran dan suka-suka.
Maka buku Nyanyian Hati ini dapat menambah koleksi buku di Perpustakaan Daerah setempat. Sudah tentu masyarakat bisa membaca dan meminjam buku Nyanyian Hati .
Lebih lanjut Wagub juga mengatakan bahwa perpustakaan penting dikelola oleh staf (PNS) berlatar belakang pendidikan perpustakaan atau sarjana perpustakaan.
"Staf yang memiliki pendidikan perpustakaan, mengerti tentang pengelolaan buku dan segala arsip termasuk arsip negara,"kata Wagub
Sementara Umar Zein editor buku Nyanyian hati dan tak lain dosen juga praktisi kesehatan mengatakan buku ini berisikan puisi tentang orang-orang yang bergabung dalam alumni fakultas kedokteran USU tahun 1977.
"Puisi dan pantun tentanh masalah-masalah pemilu di Indonesia dan pemilihan presiden yang dituangkan dengan bahasan sekenanya,"papar Umar
Selain itu buku ini juga merupakan buah pikiran dari para dokter yanh sama sekali bukan ahli dalam berpuisi dan berpamtun. Tetapi berkeinginan melestarikan sastra yang merupakan kekayaan budaya asli Indonesia.(#)
Comments
Post a Comment