Thursday, August 22, 2013

Semangat kebangsaan harus disemai sejak usia dini




Sekdaprovsu H Nurdin Lubis SH MM atas nama Gubsu bersama sejumlah pimpinan SKPD Pemprovsu berbagi ceria pada momen HUT ke-69 RI di Panti Asuhan Al Washliyah Pulau Brayan Medan sekaligus memberikan bantuan tampak Kepala Badan Kesbangpol Linmas Sumut Drs H Eddy Syofian MAP, Kadis Kelautan dan Perikanan H OK Zulkarnaen SH, Staf Ahli Gubsu H Fitriyus dan Kadis Bina Marga Sumut Ir H M Armand Effendy Pohan MSi. (04)



Semangat kebangsaan harus disemai sejak usia dini


Medan, (Mimbar) - Gubernur Sumut (Gubsu) H Gatot Pujo Nugroho ST menegaskan panti asuhan harus menjadi benteng penangkal peredaran narkoba di kalangan generasi muda yang sangat mencemaskan dewasa ini.

"Hampir semua lini saat ini rentan dirasuki mafia narkoba. Jangan sampai panti asuhan terkontaminasi, melainkan harus menjadi benteng untuk memutus mata rantai narkoba," tegasnya melalui Sekdaprovsu H Nurdin Lubis SH MM, Rabu (21/8).

Dihadapan hampir 400 anak panti di Panti Asuhan Al Washliyah Pulau Brayan Medan, Sekdaprovsu atas nama Gubsu berpesan warga panti mampu di garda depan memerangi narkoba terutama bagi generasi muda.

"Panti asuhan merupakan wadah pembinaan generasi muda handalan dan banyak melahirkan orang-orang besar. Oleh sebab itu terus besarkan marwah panti dan jangan terlibat narkoba dan lainnya," tegasnya .

Kehadiran Sekdaprovsu di panti asuhan ini disambut riuh anak panti mulai dari anak seusia TK, SD, SMP, SMA atau Aliyah. Semuanya berbaur dan saling bercengkerama, diawali makan siang bersama dan dilanjutkan Upacara HUT ke-68 Kemerdekaan RI dengan Inspektur Upacara Sekdaprovsu atas nama Gubsu.

Meski perayaan HUT ke-68 RI tingkat Sumut yang kepanitiannya diketuai Sekdaprovsu telah berlangsung cukup banyak dan meriah di banyak tempat, namun Gubsu merasa belum lengkap sebelum menyemarakkannya dengan anak-anak yatim di panti asuhan sehingga memprakarsai kegiatan di Panti Asuhan Al Washliyah Pulau Brayan dan Panti Asuhan Bala Keselamatan Gelugur Medan.

Atas dasar itu Pemprovsu pada hari itu berbagi ceria dengan anak-anak panti asuhan. "Membagi keceriaan dengan anak-anak panti asuhan sudah menjadi komitmen dari Bapak Gubsu," kata Kepala Badan Kesbangpol Linmas Sumut Drs H Eddy Syofian MAP yang mengoordinir kegiatan ini dibantu sejumlah pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprovsu.

Ikut juga mendampingi Sekdaprovsu antara lain Assisten Administrasi Pemprovsu H Hasban Ritonga, Pl Assisten Hukesos H Arsyad Lubis, Staf Ahli Gubsu H Fitriyus, Kadis Perikanan dan Kelautan H OK Zulkarnain, Kadis Perindag H Bidar Alamsyah, Kepala Biro Keuangan H Baharuddin Siagian dan Kadis Bina Marga Sumut HM Armand Effendy Pohan. Juga hadir pengurus Panti Asuhan Al Washliyah Pulau Braya Al Ustadz H Hamzah.

Acara Berbagi Ceria di Hari Kemerdekaan RI bersama Warga Panti Asuhan juga dimeriahkan berbagai perlombaan seperti tarik tambang, lari goni, panjang pinang, lomba bakiak, lomba membaca Teks Proklamasi dan lainnya dengan hadiah dari bantuan sejumlah SKPD.

Sekdaprovsu juga menyerahkan bantuan dari Pemprovsu untuk panti asuhan tersebut dan sejumlah SKPD yang dikoordinir oleh Badan Kesbangpol Linmas Sumut juga menyerahkan bingkisan berupa peralatan sekolah dan lainnya.

Sekdaprovsu mengaku bangga ketika upacara HUT Kemerdekaan berlangsung khitmad dan tertib dan seorang anak panti asuhan membacakan Teks Proklamasi tanpa teks. "Ternyata pendidikan karakter kebangsaan berlangsung baik dan semangat kebangsaan harus disemai sejak usia dini antara lain melalui wadah Panti Asuhan," katanya.

Sekdaprovsu mengatakan, kehadiran mereka mengunjungi anak-anak panti asuhan ini dalam rangka memberi hiburan di sela-sela kerasnya menjalani hidup, untuk menatap masa depan. "Anak-anak tampak ceria seakan tidak berbeban. Semua menikmatinya," kata dia.

Kegiatan seperti ini, menurut dia, untuk berbagi perhatian, mempererat tali persaudaraan dan berbagi pengetahuan.

Gubsu mengharapkan, kata Sekda, tali persaudaraan ini akan terus berlanjut serta memberikan manfaat bagi sesama serta memberi arti bagi kehidupan yang tidak terbayarkan harganya.

"Kehidupan adalah materi berharga dengan harga jual tertinggi adalah rasa berbagi dengan sesama," ujarnya. (04)

No comments:

Post a Comment